Amih yang Digugat karena Utang Maafkan Anaknya dan Ingin Bertemu





Bandung – Siti Rohaya alias Amih (83) warga Garut, Jawa Barat, yang digugat anak dan menantunya hingga Rp1,8 M, mengaku rindu akan anak dan menantunya tersebut. Amih ingin semua berkumpul bersama seperti dulu lagi.

“Amih sono (kangen) ke Yani sama Handoyo, dulu mah mereka sering ke rumah Amih,” ungkap Amih saat ditemui dikediaman anak bungsunya, Jalan Cimanuk, Garut, Senin (27/03/2017).

Ibu 13 anak ini mengaku terakhir kali bertemu dengan Yani dan Handoyo saat mediasi di Pengadilan Negeri Garut. “Terakhir ketemu sama mereka pas mediasi di pengadilan, Yani malah nangis,” katanya.

Meskipun Amih digugat oleh anak dan menantunya tersebut, namun Amih mengaku selalu mendoakan keduanya. Amih berharap agar anak dan menantunya itu diberikan kesadaran dan segera mencabut gugatannya. Amih juga berharap agar keluarga besarnya kembali berkumpul di kediamannya.

“Amih mah tetap sayang sama mereka, Yani kan anak Amih. Amih selalu doain anak-anak Amih, gak ada yang dibedain sama semuanya,” katanya.

Kini Amih mengaku tetap tenang dan tegar menghadapi gugatan putri tercintanya tersebut. Amih juga mengucap banyak-banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya.

“Terima Kasih banyak buat semua yang bantu Amih, maaf jika Amih jadi ngerepotin,” katanya.

Amih sendiri kini tinggal bersama anak bungsunya Leni, di Kampung Sanding Atas, Kelurahan Muara Sanding, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, karena sering mengalami sakit-sakitan akibat faktor usia.

“Amih berobat jalan di RSUD Dokter Slamet sudah sejak lama, Amih mengidap sakit jantung, tapi yang paling parah Osteoporosis, Amih kan sempat beberapa kali jatuh juga,” ungkap anak kesebelas amih, Eep Rusdiana, di tempat yang sama.

Setiap hari, Amih juga kini tidak banyak beraktifitas, karena mengalami kesulitan dalam berjalan. Amih hanya keluar rumah di pagi hari untuk sekedar berjemur dan meminum teh, kemudian diantar anak-anaknya menuju rumah sakit untuk menjalani pengobatan.

Namun di balik penyakitnya ternyata Amih tak pernah berhenti untuk beribadah. Keluarga mengatakan, Amih setiap hari tak pernah tertinggal untuk melaksanakan solat lima waktu. Bahkan Amih juga selalu melaksanakan solat Tahajjud.

“Amih itu tak pernah tertinggal dalam beribadah, kalau tidak ada halangan, Amih selalu melaksanakan solat fardu. Amih juga setiap hari bangun malam untuk solat Tahajjud,” katanya.

Di usianya kini yang sudah tua, Amih juga berpesan kepada anak-anaknya untuk selalu menjaga kerukunan dalam keluarga.

“Amih selalu mengingatkan kami untuk selalu menjaga kerukunan. Dia juga berpesan untuk memaafkan Yani dan Handoyo meskipun kini keduanya menggugat Amih ke pengadilan,” ungkap Eep.

Kamis ini, Amih masih harus menjalani persidangan dengan agenda penyampaian bukti dari kedua belah pihak.

(ern/ern)




Leave a Comment